TUTUR KATA PENGEMIS FATIHAH

TUTUR KATA PENGEMIS FATIHAH
Kami mohon keikhlasannya bagi siapapun yang pernah menggendong putra kami, bermain dengan putra kami, di ompoli oleh putra kami, menyuapi makan putra kami dan siapapun yang pernah memberikan kasih sayang kepada Isa putra kami.... maka kami mohon keridhoan dan keikhlasannya dalam semua hal tersebut....
kami tak mampu membalas.. kami hanya bisa berdoa dan berdoa....
kami akan selalu menjadi pengemis fatihah untuk putra kami `ISA an NAQIEB`..

Kamis, 25 November 2010

Tayangan Hidup Dari Ujung Sedotan

Dalam kehidupan, manusia senang menjadi yang terbaik....
Manusia selalu berusaha untuk mencapai hasil yang maksimal tanpa melihat proses..
Karena hasil yang menjadi target sasaran....
Maka banyak sekali manusia yang berbuat baik tapi dengan cara yang salah...


Penebar sedekahpun tak akan mendapatkan apa-apa
Ketika dia bersedekah dengan cara yang salah.....
Pemberiannya akan larut seperti seorang pekerja keras yang setia menggarami air laut setiap harinya
Dia seolah sebagai pekerja keras akan tetapi pekerjaannya tidak membawa manfaat apa-apa...

Rabu, 24 November 2010

DONGENG RAJA DAN ISTANA BAU

Sebuah kisah klasik tentang seorang raja yang frustrasi dengan istananya yang bau. Semua yang ada di dalamnya berbau busuk. Sampai-sampai sang raja tidak tahu lagi bagaimana cara mengatasinya.
Hal pertama yang selalu ingin didengar oleh sang raja ketika dia bangun pagi adalah tentang kuda kesayangannya. Maka, sang petugas perawatan kuda selalu menjadi orang pertama yang menghadap yang mulia. Agar tidak terlambat memberitahu sang raja tentang kondisi kudanya. Setiap pagi dia duduk bersimpuh disamping ranjang sang raja untuk menantinya terbangun.
Pagi itu, sang perawat kuda bersiap-siap hendak memberikan laporan ketika sang raja menggeliat. Namun, sebelum dia sempat berkata, sang raja keburu membentaknya. “Hey, tubuhmu bau kotoran kuda. Mandi yang bersih sebelum menemuiku.” Lalu orang itu diusirnya.
Raja bergegas ke ruang makan untuk sarapan. Ketika sang raja hendak makan, dia mencium bau busuk itu lagi. Dan dengan rasa penasaran dia mencari-cari, dimana sumber bau itu berada. “Oh, ternyata dari makanan ini!” begitu teriaknya hingga para koki istana panik karenanya.
Raja kemudian bergegas menemui sang ratu, sambil mengumpat kepada semua orang bau yang ditemuinya diseluruh istana kerajaan. “Lebih baik aku menghabiskan waktu dengan ratuku saja…” pikirnya. Namun, sang raja dilanda kecewa ketika ternyata ratu yang sangat dicintainya itupun tubuhnya mengeluarkan bau. Sehingga sadarlah dia bahwa semua orang diistana menjadi bau. Seketika itu pula, ia memerintahkan agar semua orang mandi sebersih-bersihnya.
Namun, setelah tujuh hari tujuh malam mereka mandi, ternyata menurut sang raja, mereka masih bau juga. Mereka terjangkit suatu penyakit: Yaitu penyakit bau! Maka sejak saat itu, raja memanggil semua tabib yang ada di seluruh pelosok kerajaan untuk mengobati penyakit aneh itu.
Seluruh tabib sudah berusaha mengerahkan segenap kemampuannya. Namun, tak satupun berhasil menghilangkan bau yang tetap menghantui sang raja. Pada malam harinya, sang raja bermimpi. Dan dalam mimpinya dia mendapatkan nasihat bahwa penyakit bau itu akan berakhir jika sang raja bersedia mencukur kumisnya. Meskipun dengan berat hati, keesokan harinya sang raja merelakan kumisnya untuk dicukur hingga habis.
Ajaib sekali, sejak saat itu tiba-tiba saja bau diistana serta merta menghilang. Raja tidak lagi mencium bau itu. Ditengah kegembiraan itu, hati sang raja bertanya-tanya, mengapa bau itu bisa diselesaikan dengan cara yang sangat aneh: Mencukur kumis.
Saking penasarannya, yang mulia raja meminta tukang cukur untuk menyerahkan potongan kumis itu kepadanya. Dan ketika sang raja memeriksa sisa-sisa kumis itu, tahulah dia apa yang menyebabkan bau diseluruh istana itu……
Hikmah dibalik cerita ini tentunya dapat kita petik bahwa ketika ada sesuatu yang tidak beres, kita cenderung untuk mencari-cari kesalahan orang lain, padahal tanpa kita sadari, kita sendirilah akar masalahnya.
Sebelum memaksakan diri melihat semut diseberang lautan, menyadari keberadaan gajah dipelupuk mata memang perlu didahulukan

SEPUTJUK KEIKHLASAN JANG BELOEM SEMPOERNA

Ya Allah,

Aku yakin di luar sana Engkau telah mempersiapkan seorang bidadari
Yang cantik wajah dan akhlaknya
Yang mulia iman dan takqwanya
Yang terjaga malu dan pandangannya
Yang kuyakini terbaik untuk dunia dan akhirat hamba
Kudoakan dia,
Mengerti akan segala kekurangan hamba 
Memahami segala cita-cita hamba
Bersabar atas kemiskinan  ilmu dan agama hamba
Pun lelehkan hati hamba
Tuk menerima dirinya apa adanya
Tuk mendukung semua ambisinya
Tuk mensyukuri segala anugerah Mu yang ada pada dirinya
Kumohon pada Mu, Ya Rabb.....
Segerakan pertemuan kami,
Dekatkan hati kami,
Persiapkan diri kami,
Mudahkan dan lancarkan langkah kami
Tetapkan niat dan tekad kami dan
Satukan kami dalam ikatan mulia yang diridhai Mu Ya Allah
Jadikan wajah  tampannya penyejuk hati
Jadikan senyum manisnya penyemangat jiwa
Jadikan belai lembutnya pereda amarah
Jadikan akhlak baiknya penghias rumah bathin kami
Jadikan cinta kasih setianya sebagai penawar rindu kami....
Jadikan hari pertemuan kami sebagai hari yang agung karunia MU
Hari yang dilingkari kemuliaan Mu
diselimuti kasih sayang Mu......

Di kala  fajar 
Sang Dhoif menoreh ksn khayalnya.....

Selasa, 23 November 2010

Si Anak Yatim....

Ada seorang laki-laki masuk ke masjid di luar shalat fardhu. Ia menemukan seorang anak kecil yang berumur 10 tahun sedang melakukan shalat sunnah degan khusyu’. Kemudian lelaki tu menunggu anak kecil menyelesaikan shalatnya. Setelah itu ia mendatanginya dan mengucapkan salam, lalu bertanya: ” Wahai anak, kamu putra siapa?”. Anak itu hanya menundukkan kepalanya dan meneskan air mata. Lalu ia mengangkat kepalanya dan berkata: “Wahai paman, saya anak yatim piatu, tidak berbapak dan tidak memiliki ibu”.
Laki-laki itu tertegun dan muncul rasa kasihan. Ia berkata: “Apakah engkau mau ku angkat sebagai anak angkatku?”. Anak kecil tadi balik bertanya: “Apakah jika saya lapar engkau akan memberi saya makan ?”. Laki-laki itu lalu menjawab: “Ya”. Si anak bertanya lagi: “Apakah jika saya telanjang engkau akan memberi saya pakaian ?”. Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Si anak bertanya lagi: “Apakah jika saya sakit engkau akan menyembuhkan saya ?”. Laki-laki itu menjawab: “Itu tidak mungkin”. Si kecil bertanya lagi: “Apakah jika saya mati engkau mampu menghidupkan saya lagi ?”. Laki-laki itu kembali menjawab: “Itu jelas tidak mungkin!”. Si kecil lalu berkata: “Wahai paman, kalau begitu tinggalkanlah saya sendiri dengan Tuhan Yang Menciptakan saya, Yang memberi saya petunjuk, Yang memberi saya makan dan minum, Yang menyembuhkan saya saat saya sakit, Yang mengampuni dosa saya di hari akhir”. Laki-laki itu lalu terdiam membisu, ia kagum terhadap jawaban anak kecil itu. Lalu ia pun meninggalkannya dan berkata: “Saya percaya Allah, barang siapa bertawakkal pada-Nya niscaya akan dicukupkan segala kebutuhannya”.tegasnya

Senin, 22 November 2010

TASBIH UNTUK ISA

Langit..... mengapa engkau terdiam.....
Angin... mengapa engkau tidak menegurku.......
Wahai langkah-langkah kaki yang sangat ku benci..
Mengapa kau tidak berhenti......
Buatlah aku disana...
Mengapa kau biarkan aku melanjutkan langkahku menuju sebuah kebinasaan....
Aku tergoyah dan tetap tak kembali.....

YA RABB.................
Ada apa di balik semua ini.....????
Hanya air mata yang setia menjawab pertanyaan hamba......
Hamba sujud pada MU di atas kegelisahan hamba....
Hamba bersimpuh di antara kebimbangan hamba...

YA RABB......
KAU  beri hamba hadiah untuk hamba muliakan......
KAU ambil tetap hamba muliakan......
Hamba hanya bisa menyimpan harapan untuk dia....
Hamba tersungkur melihat kekuasaan-MU...

YA RABB....
Ku panggil dia terdiam YA RABB.......
Ku sentuh dia terdiam YA RABB.....
Ku dekap dia tidak membalas........
Hamba sujud pada-MU........
Terjatuh tasbih yang hamba siapkan untuk dia.....
Seratus matanya tak tampak seksama....
Namun dia tidak mengambil tasbih itu....
Dia hanya tersenyum diam dan dingin....

YA RABB....
Kurangkai kata untuk mengaguminya......
Namun tak pernah kutemukan...... karena dia kekasih MU..
Ku ukir jiwa dengan pahatan kasih sayang untuknya..... tetap tak nyata...
Karena KAU MAHA SAYANG
Rangkaian biji tasbih yang menjadi isyarat penjeputan-MU....
Aku lingkari dia dengan kasih.... namun KAU MAHA KASIH...
Aku sayangi dia dengan cinta... namun KAU MAHA CINTA...

Siapa aku.....????
Aku hanya pemegang tasbih untuk Isa kami...
Tasbih yang tak pernah dihitung oleh Isa kami..
Biarkan tasbih ini membisu......
Biarkan tasbih ini merindu....
Seperti hamba yang selalu merindukan Isa kami....

Izinkan kami mengingat Isa kami...
Izinkan kami menangis untuk Isa kami....
Biarkan air mata kami menjadi simbol keikhlasan kami.....
Sayangi dia YA RABB...
Pertemukan kami seperti kami pernah mengasuh Isa kami....

Kami sayang padamu...
Kami rindu padamu.....
Rindukanlah kami seperti kami tak akan pernah melupakanmu......
Nantikanlah kami bersamamu kembali....

Hanya selimut doa dan rindu yang dapat baba umi berikan untuk Isa....
Hanya air mata kasih sayang untuk Isa rasakan.........
Jangan ENGKAU habiskan air mata kami....
Agar kami tetap merindunya....
Biarkan tasbih ini hamba simpan.....
Semoga ada Isa yang lain yang ingin menghitungnya......
Tidurlah dan bermainlah bersama malaikat-malaikat yang menyayangi....