TUTUR KATA PENGEMIS FATIHAH

TUTUR KATA PENGEMIS FATIHAH
Kami mohon keikhlasannya bagi siapapun yang pernah menggendong putra kami, bermain dengan putra kami, di ompoli oleh putra kami, menyuapi makan putra kami dan siapapun yang pernah memberikan kasih sayang kepada Isa putra kami.... maka kami mohon keridhoan dan keikhlasannya dalam semua hal tersebut....
kami tak mampu membalas.. kami hanya bisa berdoa dan berdoa....
kami akan selalu menjadi pengemis fatihah untuk putra kami `ISA an NAQIEB`..

Kamis, 30 Desember 2010

Untuk yang Tak Pernah Mengeluh.....

selendang gendongan batik melingkar di bahumu....
ketulusan turut melingkari wajahmu...
terkadang kau letih..... namun kau bernyanyi......
terkadang kau jenuh..... namun kau tersenyum.....


berulang kali kau kenakan selendang batik itu....
namun kau tak mengeluh.....
bahkan kau bangga.!!!!
karena kau ibu.!!!


seringkali kebahgiaanmu tertunda karena tangisannaya
namun kau tetap bahagia....
sekalipun kebahagiaan itu terenggut.....
bahkan kau bangga....


kau campakkan keletihanmu untuk sebuah senyuman....
kau usap peluh demi menghangatkannya....
kau buang ketakutanmu untuk memberanikan dirinya...
kau terbangkan khayalmu terbang bersama mimpi-mimpi indahmu...

Selasa, 28 Desember 2010

هذه القصيدة يا اللّه بها

Ya Allah biha

هذه القصيدة يا اللّه بها

 


يَا اللّه بِهَا يَا اللّه بِهَا                        يَا الله بِهَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةْ

لِي عَشْرَ ةٌ أُطْفِي بِهِمْ                       نَارَ الْجَحِيْمِ  الْحَاطِمَةْ

اَلْمُصْطَفى وَ الْمُرْ تَضَى                     وَ ابْنا هُمَا وَ فَاطِمَةْ
وَ خَدِ يْجَةُ  الْكُبْرَى الَّتِي                    هِيَ لِلْمَعَالِى عَالِمَةْ
وَ بِعَائِشَةْ ذَاتِ الْجَمَالْ                      أُمِّ الْكَمَالِ الْعَالِمَةْ
وَ بِنْتُ عِمْرَ انْ  أُمِّ  عِيْ                    سى لَمْ تَزَ لْ لِي رَاحِمَةْ
وَ بِآسِيَةْ مَنْ أَصْبَحَتْ                       مِنْ كُلِّ هَوْ لٍ سَالِمَةْ
وَ بِحَقِّ جِبْرِ يْلِ اْلأَ مِينْ                     عَلَى الصَّحَائـِفِ تَامَّةْ
هُمْ خِيْرَ تِي وَ ذَخِيْرَ                        تِي فِى الْحَشْرِ يَوْمِ الطَّامَّةْ
وَ كَذَاكَ فِي الدُّ نْيَا إِذَا                     دَهَتِ الْخُطُوْ بُ الْقَاسِمَةْ
وَ بِحَقِّهِمْ  يا ذَا الْجَلاَ لْ                   وَ بِالصَّلا َةِ  الدَّائِمَةْ
اُلْطُفْ بِنَا وَ الْمُسْلِمِينْ                      مِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَ مَّةْ
وَ مِنَ الْعِدَى وَ مِنَ الرَّ دَى                 وَ مِنَ الْمَصَائِبِ عَامَّةْ
وَ  عَلَيْهِمُوا يَا رَ بـَّنَا                      مِنْكَ السَّلاَمُ الدَّ ئِمَةْ
ثُمَّ  صَّلا َةُ عَلَى الَّذِي                      خَصَّصْتَهُ بِمُكَالَمَةْ

Senin, 27 Desember 2010

IKHTYAR dan DU`A

Ya RABB...... mentari pagi MU sudah mulai menyapa......
kembali hamba mengikuti aturan main dari kehendak-MU...
hamba ingin berjalan menuju ketentuan-MU
namun terkadang hamba tersesat Ya RABB.....


tuntunlah hamba.... agar hamba dapat menuju_MU...
bimbinglah karunia-MU agar ia juga menjadi kekasih-MU
hamba hanya mampu ikhtyar....
hamba tak memiliki kemampuan untuk meluluskan ikhtyar....
hanya ENGKAU yang mampu.....


terlalu banyak hal yang ENGKAU berikan....
banyak pula yang tidak mampu hamba cerna dengan akal bodoh hamba...
terlalu banyak rahasia yang tersirat....
hamba hanya mampu ikhtyar dan berdu`a..