Setangkai kamboja putih terjatuh ke tanah
Sehelai pandan turut menyertai harumnya hari itu.
Mawar melati terut serta untuk menghias hari itu
Harum kasturi beraroma abadi meninggalkan aromanya
Ku lengkapi dengan bakaran gaharu untuk melepasnya..
Di senandungkan ayat suci untuk menjadi senandung tidur panjangnya
Ciuman terakhir terus terkecup dari siapa yang akan kehilangannya
Dekapan hanya milik kami..
Ku dandani ia agar terlihat gagah
Ku pangku dia dengan kasih yang tersisa
Ku basuh dia dengan kelembutan
Ku ratakan kasih sayang keseluruh tubuhnya...
Tak pernah terbesit bahwa hari itu akan datang
Sambaran petir tak memiliki arti di dalam hatiku
Air mata ini mengalir memohon untuk dia kembali
Tetapi mulut ini terdiam...
Aku hanya menerima ketentuan
Aku hanya terpaku
Ku ajak dia bicara dan dia tetap terdiam
Ku dekap dia dan kurasakan kasihnya
Aroma gaharu terus mengharumi hari itu
Hari di mana aku harus memberikan dia..
Aroma itu terus tercium di dalam hidungku..
Aku banyak lihat mereka menangis
Aku terdiam dan memohon..
“YA RABB..... mengapa....?? mengapa...??
Hamba ingin lebih lama YA RABB...”
Ampuni hamba-MU ....
Aku akan terus belajar seperti kamboja putih
Aku harus ikhlas seperti asap gaharu yang mengharumi hari itu..
Aku harus kuat seperti aroma kasturi yang hingga hari ini masih tercium
Aku ingin tetap memilih dia... walaupun hanya cintanya.....