Seorang pejuang berjalan menuju medan perang yang sunyi
Tak nampak sepcuk senjata atau desingan peluru disana
Hanya angin kencang yang siap menerjang sewaktu-waktu
Hanya kesenyapan yang akan menjadi musuhnya
Langkah pejuang itu semakin menjauh ke tengah medan perang
Tak satu butir peluru pun terbawa oleh sakunya
Hanya keyakinan bahwa langkah kakinya benar!!!
Keyakinan bahwa pilihannya itu baik!!!
Sang pejuang terlena tak melihat musuh
Tatapannya panjang namun dia tidak melihat
Matanya menjadi andalan dalam memantau
Namun hatinya terlupa bahwa mampu melihat
Angan-angannya ingin kembali membawa kejayaan
Ia ingin kembali menjadi besar
Padahal angin terus menghempaskan angannya
Namun dia buta dan tuli sehingga tak terdengar dan tak terlihatMusuh-musuhnya selalu beriring dengan langkah kakinya.
Ancaman selalu menggandeng tangannya....
Pejuang itu akan terus berperang di dalam kehiningan
Karena dia tak pernah sadar siapa yang menjadi musuhnya..
UNTUK ISA KAMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar