TUTUR KATA PENGEMIS FATIHAH

TUTUR KATA PENGEMIS FATIHAH
Kami mohon keikhlasannya bagi siapapun yang pernah menggendong putra kami, bermain dengan putra kami, di ompoli oleh putra kami, menyuapi makan putra kami dan siapapun yang pernah memberikan kasih sayang kepada Isa putra kami.... maka kami mohon keridhoan dan keikhlasannya dalam semua hal tersebut....
kami tak mampu membalas.. kami hanya bisa berdoa dan berdoa....
kami akan selalu menjadi pengemis fatihah untuk putra kami `ISA an NAQIEB`..

Rabu, 25 Mei 2011

MEDAN PERANG YANG HENING

Seorang pejuang berjalan menuju medan perang yang sunyi
Tak nampak sepcuk senjata atau desingan peluru disana
Hanya angin kencang yang siap menerjang sewaktu-waktu
Hanya kesenyapan yang akan menjadi musuhnya

Langkah pejuang itu semakin menjauh ke tengah medan perang
Tak satu butir  peluru pun terbawa oleh sakunya
Hanya keyakinan bahwa langkah kakinya benar!!!
Keyakinan bahwa pilihannya itu baik!!!

Sang pejuang terlena tak melihat musuh
Tatapannya panjang namun dia tidak melihat
Matanya menjadi andalan dalam memantau
Namun hatinya terlupa bahwa mampu melihat

Angan-angannya ingin kembali membawa kejayaan
Ia ingin kembali menjadi besar
Padahal angin terus menghempaskan angannya
Namun dia buta dan tuli sehingga tak terdengar dan tak terlihat


Musuh-musuhnya selalu beriring dengan langkah kakinya.
Ancaman selalu menggandeng tangannya....
Pejuang itu akan terus berperang di dalam kehiningan
Karena dia tak pernah sadar siapa yang menjadi musuhnya..
UNTUK ISA KAMI

Rabu, 04 Mei 2011

HARI ITU DIA PERGI

Setangkai kamboja putih terjatuh ke tanah 
Sehelai pandan turut menyertai harumnya hari itu.
Mawar  melati terut serta untuk menghias hari itu
Harum kasturi beraroma abadi meninggalkan aromanya

Ku lengkapi dengan bakaran gaharu untuk melepasnya..
Di senandungkan ayat suci untuk menjadi senandung tidur panjangnya
Ciuman terakhir terus terkecup dari siapa yang akan kehilangannya
Dekapan hanya milik kami..

Ku dandani ia agar terlihat gagah
Ku pangku dia dengan kasih yang tersisa
Ku basuh dia dengan kelembutan
Ku ratakan kasih sayang keseluruh tubuhnya...

Tak pernah terbesit bahwa hari itu akan datang
Sambaran petir tak memiliki arti di dalam hatiku
Air mata ini mengalir memohon untuk dia kembali
Tetapi mulut ini terdiam...

Aku hanya menerima ketentuan
Aku hanya terpaku
Ku ajak dia bicara dan dia tetap terdiam
Ku dekap dia dan kurasakan kasihnya

Aroma gaharu terus mengharumi hari itu
Hari di mana aku harus memberikan dia..
Aroma itu terus tercium di dalam hidungku..
Aku banyak lihat mereka menangis

Aku terdiam dan memohon..
“YA RABB..... mengapa....?? mengapa...??
Hamba ingin lebih lama YA RABB...”
Ampuni hamba-MU ....

Aku akan terus belajar seperti kamboja putih
Aku harus ikhlas seperti asap gaharu yang mengharumi hari itu..
Aku harus kuat seperti aroma kasturi yang hingga hari ini masih tercium
Aku ingin tetap memilih dia... walaupun hanya cintanya.....

Rabu, 27 April 2011

UNTUK MU NAK.........


Nak.... baba mu ada di sini.....
Kamu berada dimana....? bersama siapa....?
Baba mu ingin mengenal mereka....
Baba mu sendiri menahan pedihnya kerinduan padamu

Nak.... baba dan umi merindukanmu......
Umi ingin terus menggendongmu......
Baba ingin tetapbermain dan bermimpi bersamamu....
Sampaikan kerinduan ini kepada teman-temanmu....

Nak... kita pernah bersama......
Kamu pernah berada dalam dekapan baba...
Kamu pernah terlelap di pelukan umi...
Katakan kepada teman-temanmu bahwa kau  pernah memiliki kami...

Nak.... kakak mu nura sering memanggilmu....
Kak nura ingin bermain denganmu...
Namamu di tanam di dalam hatinya.....
Kakak nura sering bercerita tentang dirimu nak....

YAAAAAA RAAAAAAAABBBBB...........
Maaf kan kami....
Bukan kami tidak menerima keputusanmu...
Kami hanya rindu YA RAAAABBBBB.....
Kami hanya ingin terus mengingatnya......

Izinkan airmata kebanggaan kami terus mengalir YA RAABBB.....
Izinkan kerinduan ini terus memenuhi hati kami......
Izinkan kami terus menyayangi seperti dia ada YA RAAABBBB....
Kami tulus ikhlas akan ketentuan-MU YA RABB!!!!!

UNTUK ISA KAMI